.

.

.

.

Showing posts with label madiun. Show all posts

bismillahirahmanirrahim

Friday, September 10, 2010 § 2

selamat hari lebaran, mari bermaaf-maaf an
nyalakan genderang kebahagiaan, kawanku-seruan kemenangan
semoga kita bisa bertemu di ramadhan tahun depan [dan selanjutnya]

semoga aku bisa lulus ujian dan masuk PTN yang ku impikan,
begitujua teman-teman kelas 12, terutama PADMANABA 66
AMIN

salam sayangku untuk semua kawan terbaikku,
salam sayangku untuk semua makhluk ciptaan-Nya
sungkem dalem kagem ayah tuwin ibu saha mas adit(sekeluarga)

mari|kita|menjadi|muslim|yang|lebih|menghargai|waktu|dan|usaha

sistem gotong-royong

Thursday, July 01, 2010 § 2

siapa yang tidak bahagia ketika sudah ada seseorang yang akan menjaga dan menemani kita setiap waktu?

kalau di kota besar, pernikahan diadakan di gedung besar, dengan makanan chatering yang siap santap.
beda masalah kalau di kota kecil atau pedesaan,
bukan nikahan kalau tetangga tidak ikut membantu..

pada h-3, biasanya tetangga sudah mulai datang untuk membantu banyak hal, mulai dari undangan, kursi, tenda, dan yang paling oke adalah melihat ibu-ibu sibuk goreng sana-sini. jangan salah, di desa kayu bakar itu bahan paling oke untuk memasak, banyak didapat, murah, nyala api besar, dan mitos nya makanan jadi lebih nikmat. bener??
tata kerama di desa adalah semua warga harus ikut andil, ya memang menjadi suatu tempat mengakrabkan diri sekaligus bercengkerama.
susahnya kalau seminggu ada 2 yang punya hajat, bayangkan saja kapan para tetangga di desa ini beristirahat?
tapi tetap saja, semua itu dilakukan dengan ikhlas

ahha, kenapa aku cerita gini?
aku punya 2 rumah di madiun, yg satu di madiun kota, yg satu agak di desa..
sedikit kasihan dengan orangtuaku, kalau tetangga 2 rumah punya hajat terus.. haha. bisa membayangkan?
lagipula, capek juga lho..